Thamrincity Sebagai Pusat Batik Nusantara

thamrincity-pusat batik nusantara

thamrincity-pusat batik nusantara

Pusat belanja Thamrin City kini telah menjadi Pusat Batik Nusantara begitu terbukti menghasilkan omzet miliaran rupiah melalui pameran batik setiap akhir mingunya.

CEO PT Jakarta Realty, pengembang Thamrin City, bapak Hadi Satyagraha mengaku pihaknya memperoleh omzet sampai Rp 3,5 miliar pada pameran batik yang dimulai dari 14 November 2009. Pedagang yang ada hingga mencapai 4.750 orang dan jumlah pengunjung mencapai 31 ribu.

“Pada saat itu pameran batik hanya diadakan beberapa hari saja dalam seminggu, tapi karena animo masyarakat positif makanya akan digelar setiap hari melalui peresmian Pusat Batik Nusantara,” kata Hadi saat peresmian Pusat Batik Nusantara oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Thamrin City, Jakarta, Kamis, 4 Februari 2010.

Hari harinya, Hadi mengklaim, Pusat Batik Nusantara Thamrincity menghasilkan omzet sebesar Rp 75,6 juta dari 101 pedagang dengan total pengunjung mencapai 656 orang.

Dari kuantiti masyarakat Indonesia yang besar merupakan pasar potensial bagi produk dalam negeri untuk berkembang. “maka dari itu, kita harus memanfaatkan kesempatan uang tersedia agar produk dalam negeri dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan bersaing dengan produk impor,” kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.

Untuk mensupport, Mari mengaku pemerintah akan berupaya mengawasi produk batik asing terutama China untuk meningkatkan perlindungan terhadap hak cipta dan pasar produk batik Indonesia.

“Jadi tidak perlu takut dengan corak batik dari China, karena batik indonesia terus berkembang dan dinamis serta bervariasi,” ujarnya.

Selain Pusat Batik Nusantara, Thamrin City juga akan mengembangkan konsep serupa dengan menghadirkan Pusat Jamu Tradisional Nusantara, Pusat Batu Mulia Nusantara, dan Pusat Cendera Mata Nusantara.

Pusat Batik Nusantara menghadirkan batik dari seluruh Indonesia, seperti Pekalongan, Yogyakarta, Solo, Cirebon, Pacitan, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Trenggalek, dan Madura.

Melalui Pusat Batik Nusantara, Hadi menyatakan konsumen akan mendapatkan harga batik yang lebih murah karena penjual langsung dari pengrajin daerah.

“Pameran pusat batik nusantara ini sengaja harus diikuti langsung oleh kalangan pengrajin dari UKM sehingga rantai distribusi menjadi lebih pendek dan harga menjadi lebih kompetitif dibandingkan produk impor yang murah”

Sedia Tiket Tour & Travel 24 Jam.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

WP-SpamFree by Pole Position Marketing

Get Adobe Flash player